9 Syahwat Perempuan : 1 Syahwat Laki-Laki, Siapa yang Akan Bertahan?

Posted by Alam Hikmah On Thursday, 23 June 2011

Tatkala setelah beberapa waktu suami Robiatul Adawiyah meninggal dunia, tiba-tiba ada yang mengetok pintu rumahnya, sambil berucap salam, akhirnya Robiatul Adawiyah membuka pintu rumahnya, dan alangkah terkejutnya ada beberapa gerombolan orang-orang tampan ada didepannya, salah satu dari ada yang Robiatul Adawiyah kenal,namanya Hasan Basyri


"Ada apa wahai saudaraku, Hasan Basyri?" Tanya Robiatul Adawiyah


"Suamimu telah meninggal dunia, dan engkau harus bersuami lagi" tukas Hasan Basyri


"Ya, tetapi siapa diantara yang lebih alim? Maka akan aku jadikan suami untuk diriku" jawab Robiah


Sahabat Hasanpun berkata "Hasan Basyri adalah orang yang alim diantara kita semua, maka dialah yang pantas bersanding denganmu"


"Baiklah, tapi sebelum kau nikahi aku, jawablah empat pertanyaanku,dan setelah kau bisa menjawab maka aku jadi milikmu" jawab Robiah


"Bertanyalah padaku, bila Allah menjodohkan pasti aku bisa menjawab dari pertanyaanmu itu" kata Hasan


"Bagaimana pendapatmu, seandainya aku mati dan keluar dari dunia ini, apakah aku keluar nanti membawa iman atau tidak?" awal pertanyaan yang disampaikan Robiah


"Ini perkara ghoib, tiada yang tahu kecuali Allah" jawab Hasan


"Bagaimana pendapatmu, seandainya aku telah disemayamkan lalu didalam kubur, aku ditanya dua malaikat munkar nakir, apakah aku bisa menjawab dari pertanyaannya" lanjut Robiah


"Ini juga perkara ghoib, tiada yang tahu kecuali Allah" jawab Hasan


"Apabila manusia dikumpulkan pada hari kiamat dan aku menerima buku catatan amalku, apakah kuterima buku catatanku itu dengan tangan kiri atau tangan kanan?" Tanya Robiah


"Ini juga perkara ghoib" sahut Hasan


"Apabila manusia dipanggil dan diadili, pada saat itu apakah aku masuk di neraka atau di surga?" Tanya Robiah


Lagi-lagi dijawab oleh Hasan "ini juga perkara ghoib"


Kemudian Robiahtul Adawiyah berkata "bagaimana engkau bisa layak menjadi suamiku, sedangkan perkara ini saja engkau tidak mengetahuinya, wahai Hasan bisyri..!"


"memangnya berapa bagian Allah menciptakan akal" lanjut Robiah


"Sepuluh bagian, Sembilan bagian untuk laki-laki dan satu untuk perempuan" sahut Hasan


"Berapa bagian Allah menciptakan syahwat?" Tanya Robiah


"Sepuluh bagian, Sembilan untuk perempuan dan satu untuk laki-laki" jawab Hasan


Dengan diplomatis Robiahtul Adawiyah berkata


"Wahai Hasan Basyri, kau tahu aku mampu menjaga sembilan syahwatku dengan satu bagian akal, sedangkan kamu tidak mampu menjaga satu syahwatmu dengan sembilan bagian akalmu"


Saat itu menangislah Hasan Basyri, sambil keluar meninggalkan Robiahtul Adawiyah.


(Misykatul Anwar)




Alam Hikmah Pindah URL di www.alamhikmah.org

Posted by Alam Hikmah On Wednesday, 13 October 2010

www.alamhikmah.org - kepada penikmat setia blog alam hikmah Alhamdullah ada Donatur telah peduli dengan "Rintihan Jiwa" kami sehingga beliau bersedia membantu blog "Alam Hikmah" dari domain gratis menjadi domain berbayar, mudah-mudahan lebih bermanfaat sehingga Blog Alam Hikmah ini bisa menjadi wadah bagi umat masyarakat untuk kembali sadar Fafirru Ilalloh, Kembali kepada Kesucian hati sehingga benar-benar menjadi manusia yang benar-benar berjiwa manusia bukan manusia berjiwa imitasi. untuk alamat blog "Alam Hikmah" yang baru.






silahkan kunjungi di www.alamhikmah.org






================================================================


"Jangan mencari celah KESUKSESAN untuk kaya di dunia, akan tetapi carilah celah agar kita bermanfaat untuk orang lain, maka ketika diberi kesempatan hidup yang hanya satu kali manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya agar hidup kita benar-benar berarti"


================================================================




Kirimkan donasi Anda ke rekening :




Bank BNI


No. Rek 0196 974 401




a/n Muhammad Yudhi





Dukungan Anda insya Allah akan berarti untuk rintihan jiwa kami dalam Perjuangan kesadaran umat masyarakat untuk sadar Fafirru Ilalloh, terutama di dunia maya.




==========================================


*Konfirmasi, saran dan kritik dapat dikirim melalui alamat email : admin@alamhikmah.org


Alam Hikmah Pindah URL di www.alamhikmah.org

Posted by Alam Hikmah On

www.alamhikmah.org - kepada penikmat setia blog alam hikmah Alhamdullah ada Donatur telah peduli dengan "Rintihan Jiwa" kami sehingga beliau bersedia membantu blog "Alam Hikmah" dari domain gratis menjadi domain berbayar, mudah-mudahan lebih bermanfaat sehingga Blog Alam Hikmah ini bisa menjadi wadah bagi umat masyarakat untuk kembali sadar Fafirru Ilalloh, Kembali kepada Kesucian hati sehingga benar-benar menjadi manusia yang benar-benar berjiwa manusia bukan manusia berjiwa imitasi. untuk alamat blog "Alam Hikmah" yang baru.






silahkan kunjungi di www.alamhikmah.org






================================================================


"Jangan mencari celah KESUKSESAN untuk kaya di dunia, akan tetapi carilah celah agar kita bermanfaat untuk orang lain, maka ketika diberi kesempatan hidup yang hanya satu kali manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya agar hidup kita benar-benar berarti"


================================================================




Kirimkan donasi Anda ke rekening :




Bank BNI


No. Rek 0196 974 401




a/n Muhammad Yudhi





Dukungan Anda insya Allah akan berarti untuk rintihan jiwa kami dalam Perjuangan kesadaran umat masyarakat untuk sadar Fafirru Ilalloh, terutama di dunia maya.




==========================================


*Konfirmasi, saran dan kritik dapat dikirim melalui alamat email : admin@alamhikmah.org


Perjalanan Jiwa Mencari Cahaya

Posted by Alam Hikmah On Sunday, 26 September 2010

mencari cahaya.jpgMalam itu begitu indah nan damai, kecerahan langit bertabur bintang laksana perhiasan berbalut dengan keindahan permata safir, Liukan pohon lebat dan dedaunan seirama diterpa angin serta batang pohon yang kokoh berdiri tegak. Didalam istana yang mungil serta dalam renungan kegelapan itu seorang gadis beranjak dewasa dengan keteguhan serta kecintaannya itu memberanikan menulis untaian kata yang sangat memilukan, dialah "Nurul Lailatul Fauziah" yang terlahir 18 tahun yang lalu dari rahim seorang ibu bernama "Hj. Malichah" dan ayahnya bernama "Prof. H. Muhammad Heru Sudjiharnanto" seorang professor ahli ilmu dalam bidang Ketuhanan.


Walaupun Jalan yang terjal, tajam dan berliku tetap ia ditempuh untuk mencari kebenaran serta menemukan cahaya menuju keabadian yang hakiki. Rasa sakit serta rindu dan cinta akan ketentraman jiwa yang begitu dasyat dan hebat begitu saja membuncah melukiskan kerinduan di relung hati yang paling dalam, berharap "Sang Terkasih" memberi setitik cahaya didalam palung hati yang terdalam walau hanya setitik telah tersimpan cinta dan rindu kepada yang dikasih.


Betapa anggun nan elok jika cahaya abadi itu datang membawa secercah harapan untuk bangkit dari jurang kenistaan. Hanya buliran serta linangan air mata yang patut ia persembahkan kepada “Sang Terkasih”. semoga karya agung ini tidak lekang oleh lekatnya zaman serta menuntun kita untuk menemukan sebuah secercah cahaya harapan keabadian.





Perjalanan Jiwa Mencari Cahaya


Aku adalah kegelapan

sendiri dalam gelap

Berlari dan berlari terus mencari secercah cahaya

Yang sanggup menerangi ruang hati ini

Jalan yang terjal, tajam dan berliku

Biarlah kutempuh

Walau terasa sakit

Sakit di jiwa dan ragaku, aku tak peduli

Karena aku seorang hamba yang tiada arti


Terus kuberlalu mencari kebenaran yang hakiki

Hingga jalanku terseok - seok, kakiku pincang mataku buta

Tanganku buntung, telingaku tuli

Biarlah semua itu aku tak peduli

karena aku hamba yang tiada arti

Walau sakit dan perih aku tetap tak peduli

Asalkan aku bisa menemukan cahaya itu

Cahaya menuju keabadian yang hakiki


Yaa Robbi...

Wahai Tuhanku

Tunjukkan aku jalan lurusmu

Karena bagiku

Seteguk rahmatMu akan menghapus dahaga jiwa yang kering ini

Secercah hidayahMu menetapkan imanku

Namun...hatiku yang pincang

Hingga aku tak kuasa berjalan dijalan - Mu

Hatiku buta... yaa Robbi

Hingga aku tak bisa merasakan indahnya ma'rifat kepada- Mu

Hatiku buntung... Hancur…

Dalam berdoa pun aku tak bisa menengadahkan kekhusuan dan Ketulusan

Hatiku tuli… Pekak…

Hingga aku tak bisa mendengar arah dimana petunjukMu Menuntunku


Duhai Rosululloh…..

Yaa Sayyidii... Yaa Rosululloh...

Aku umatmu yang tiada arti

Hatiku buta sehingga semua menjadi gelap

Kuyakin engkau mendengar rintihan hati ini

Kuyakin engkau merasakan kepedihan hati

Perihnya jiwa jika jauh dari sang Pencipta alam raya

Atas seizin Allah,

Angkatlah kami Yaa Rosulullah, dari jurang jahiliyah ini

Walau kami tahu, betapa kotornya diri ini

Betapa hina - dina- papah terluka

karena maksiat yang berlarut - larut

Namun,setetes syafaatmu yaa Rosul

Adalah penghapus segala gundah dan resah

Setitik air mata darimu yaa Rosul

Adalah embun ditengah padang yang gersang


Yaa Ayyuhal Ghoutsu...

Bimbing...bimbing dan didiklah kami

Hingga kami menjadi manusia yang berjiwa manusia

Manusia yang sebenarnya bukan imitasi belaka

Kuyakin , engkau merasakan sakit yang kurasakan

Engkau turut prihatin pada diri ini, jiwa yang buta ini

Maka tolonglah kami

Arahkan pancaran Nadroh, radiasi batin pada jiwa yang hina ini

Sehingga aku bisa bangkit dari kehancuran yang berlarut - larut ini

Bangkit dari kedholiman dan kekufuran


Sejauh ini telah kulihat cahaya itu

Namun begitu sulit untuk meraihnya, karena aku tiada daya

Ya Sayyidi…..Yaa Rosululloh...

Yaa Ayyuhal Ghoutsu...

Kami memang bukanlah orang yang mulia

Kami tidaklah pantas mendekat kepada engkau, apalagi mencintaiMu

Namun bagaimanapun juga

Seperti apapun diri ini

Sehina dan sehancur apapun diri ini

Dan sebesar apapun dosa dan kerendahan kami

Namun kami tak bisa ingkari

Dalam palung hati yang terdalam walau hanya setitik

Kumasih mengharap setitik kasih sayangMu Yaa Alloh…

Kujulurkan lidahku walaupun bagaikan anjing yang kelaparan dan kehausan

Kunanti setetes syafaat dan nadrohMu

Yaa Rosululloh.. Yaa Ghoutsi hadzazaman…


Tengoklah kami

Walau aku bukan manusia lagi

Namun, rasa sakit ini

Rindu dan cinta akan ketentraman jiwa

Dalam naungan agama dan perjuangan yang suci nn mulia ini

Pastilah terobati.


(Hamba yang Lemah dan Hina)

Nurul Lailatul Fauziah




Halal Bi Halal

Posted by Alam Hikmah On Wednesday, 15 September 2010

halal bihalal.jpg Halal Bi Halal - Selagi manusia belum kembali kepada fitrah dan kesucian, baik fitrah lahir maupun batin, dengan definisi fitrah lahir ialah kembali kepada bimbingan sunnah rasul dan kembali kepada agama yang lurus "dinul qoyyimah", sedangkan fitrah batin manusia akan ma'rifat kepada allah sesudah manusia disucikan setelah adanya bulan ramadhan yang mana bulan itu secara umum merupakan alat untuk mensucikan jiwa raga umat islam yang mau beriman kepada allah agar benar-benar idul fitri kembali kepada kesucian itu sendiri, karena kalau tidak benar-benar kembali kepada kesucian akan terjadi akan terjadi suatu penyimpangan serta kesesatan yang kita tidak menyadarinya. Seakan-akan baik akan tetapi didalamnya penuh dengan kemunafekan, penuh dengan kecurangan, penuh dengan kedustaan. Maka dari itu mutlaklah manusia harus kembali kepada kesucian (fitrah) sehingga kita benar-benar menjadi orang yang benar-benar takwa dihadapan Allah SWT.


Download : Halal Bi Halal <- Klik Sini



Download Sholawat Wahidiyah : Bilangan Lembaran dan 7 -17


Teks Sholawat Wahidiyah


Ayo gabung dalam forum ini : Hikmah Sepanjang Masa


"Kalau teman-teman kasih dengan keluarga, teman, umat masyarakat, tolong sebarkan ilmu ini." Hikmah Sepanjang Masa



Rintihan Harapan di Hari Suci Nan Fitri

Posted by Alam Hikmah On Friday, 10 September 2010

idul fitri.jpg Sore ketika semburat merah jingga mulai berpadu dengan ungu menggantikan langit biru kala itu,Warna langit malam yang mulai hitam nampak menujukkan keindahannya, dewi bulan dengan wajahnya yang berseri-seri, Kalimat takbir ilahi membahana menggema di penjuru alam, hari nan sucipun telah tiba, membawa sebuah kehangatan serta kedamaian, tanda perpisahan bulan ramadhan baru saja telah usai, selama satu bulan penuh kenangan terukir manis dengan penuh tetesan air mata menjadikan sejarah paling indah dijagat alam ini, tetapi hanyalah sebagian kecil dari jutan bahkan milyaran makhluk ciptaanNYA, menangis pedih menyesali kepergiannya. Berharap izroil belum menjemput ajalnya dibulan ramadhan yang akan datang.


Sungguh indah jikalau kertas yang bersih nan putih ini tanpa ada goresan sedikitpun tinta merah "adu domba", "fitnah", "keangkuhan", serta tanpa ada goresan sedikitpun tinta merah "kebencian", yang akan menghiasi kertas yang putih nan bersih itu. Akan tetapi yang ada hanyalah hiasan tinta "rasa kebersamaan", "tidak ada saling curiga" serta "iri dan dengki", sehingga terciptalah satu hati yang benar-benar suci dan murni. Semoga dihari nan fitri ini hati kita dibersihkan dari rasa keangkuhan, egois, serta saling menjatuhkan, serta disucikan roh kita sehingga kita benar-benar menjadi manusia yang berjiwa manusia bukan manusia yang berjiwa imitasi.
















Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H


Mohon Maaf Lahir Dan Batin



Rintihan Harapan di Hari Suci Nan Fitri


Biarlah orang-orang bangga dengan kemenangan Ramadhan ini Yaa Alloh,


Biarlah umat-umatmu berbahagia dihari kemenangan ini,


Tapi ku tak pantas bersimpuh dihari nan suci ini


hamba yang fakir dengan berselimut kehinaan & Kemunafekan ini sungguh-sungguh jahat,


Aku telah melukai engkau Yaa Tuhanku dimanapun aku berada


Sholatpun aku lukai dengn engkau Yaa Tuhanku, lupa denganMU


Ibadahpun aku juga berpaling kepadaMU,


tidak ada persembahan yang pantas aku persembahkan kepadaMU Yaa Allah


Kecuali linangan air mata tiada arti dan makna ini


Pantaskah aku mendapat ampunan dari Yaa Alloh….


Aku buta Yaa Tuhan…


Mengingat dosa saja saja tidaklah mampu


Apalagi merasa berdosa Dihadapan Engkau, ,


Ramadhan telah meninggalkanku.


Kau adalah satu-satunya saksi bisu tentang kebutaan hatiku


kebutaan hati manusia di akhir zaman,


Alangkah kotornya hatiku Yaa Alloh


Engkau maha suci sedangkan hamba yang maha kotor merangkak mencariMU


Pasti engkau tolak karena aku Maha Kotor,


tapi aku akan terus menegadah kepadaMU walaupun aku tahu pasti engkau tolak


Kubersimpuh dengan tiada daya, Kusebut asmaMu


Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.


Aku yakin pastilah Engaku tidaklah tega dengan umatmu ini


Ya Rosulalloh mungkin kita tak akan bertemu,


terlalu mulya Paduka sedangkan diri ini terlalu rendah dan hina.


Tapi kumohon dengarkanlah rintihan ummatMu ini,


biar aku dineraka selama-lamanya,


biarlah aku tak pernah berjumpa apa lagi bersama dan berkumpul dengan Paduka.


tapi berkenanlah wahai paduka walau hanya sekejap dan sesaat,tengoklah kami,


kami dineraka yang paling bawah, agar aku bisa melihat Engkau biar terobati rindu ini


Yaa Sayyidi...Yaa Rosululloh


Mungkinkah...apa mungkin?


Terlalu hina diri ini dihadapanMu.


Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.


Semuanya ada digenggamanMu.


Aku bermohon limpahkan kasih sayangMu kepada semua makhluk,


ummat ini,keluarga dan ahliku,teman teman seperjuanganku.


Walau aku sebagai jaminannya.


Ya Rohman...Ya Rohim perkenankanlah doa kami.







(Al Fakir Yang Hina)


Prof. H. Muhammad Heru Sudjiharnanto




Rintihan Jiwa dari Seorang Hamba yang Fakir dan Hina

Posted by Alam Hikmah On Monday, 6 September 2010

renungan.jpgLangit tak secerah biasanya. Alam tertunduk membalut keheningan, ratapan sendu menyelimuti kehampaan, karena seseorang kekasih mengirim pesan kepada manusia yang dicinta, itulah muasalnya.


Jiwa yang termenung, mencoba mengarungi samudra kehidupan,dengan derita air mata yang membawa ke dasar relung semesta menanti Sang Terkasih yang tersembunyi di balik tabir ke bisuan, hanya menghirup seteguk air kebahagiaan demi melepas dahaga penderitaan yang erat merangkulnya. Jiwa yang menangis, meretakkan cermin-cermin hati yang terdiam tak berdaya berharap Sang Terkasih tersenyum dan memberikan cahaya-cahaya kebahagiaan yang takkan pernah padam untuk selamanya.


Seseorang fakir dengan berselimut kehinaan memberanikan diri untuk menuliskan pesan kepada kekasih tercinta seruan alam itulah Rasul Muhammad Saw, dengan guratan wajah sendu menandakan sebuah kerinduan yang sangat mendalam sedang menulis untaian kata-kata yang memilukan, tak ada lagi tirai tebal penghalang sehingga menjadi kerdil yang perlu ditakutkan kecuali kerinduan yang sangat ia dambakan.


Hujatan, cacian, bahkan fitnah meluncur bagaikan anak panah yang siap menembus daging lunak seorang kekasih yang fakir berselimut dengan kehinaan itu, tapi ia tak gentar sama sekali, dengan semangat yang membaja ia kirimkan pesan terhadap kekasih yang dicinta itu, Tatapan-tatapan kosong, desah nafas berat yang terhembus bahkan buliran-buliran bening air mata keluar begitu mudah terus mengiringi rangkaian kata-katanya yang indah yang ia ciptakan. Semoga Allah mengabadikan karya Agung dari seorang hamba yang tulus ini.


Rintihan Jiwa dari Seorang Hamba yang Fakir dan Hina



Yaa Rosululloh..


Pantaskah aku merindukanmu !


Pantaskah air mata ini kupersembahkan untukMu ?


Terlalu suci dan mulya diriMu bagiku.


Alloh sang pencipta sangat mencintai Mu.


Ya Rosul,pantaskah diri yang hina ini merindukan Paduka Ya Rosul ?


Jangan biarkan diri ini hidup dikolong kehinaan dan berselimut kenistaan


bahkan bergelimang dengan kekufuran dan kedholiman.


Ya Rosul, hidup hamba tiada berarti dan sangat kecil tiada ma'na.


Mati lebih baik daripada begini.


Tegakah engkau wahai paduka Rosul ?


Setetes air syafaat dariMu akan membuat aku bahagia dan berarti.


Teteskan, teteskan dan teteskan Ya Rosul syafaatMu, sampai IZROIL menjemputku.


Biarkan air mata ini kering


biar tenggorokan ini putus


dan biarkan diri ini menjerit bagaikan anjing melolong meregang nyawa.


aku, diri ini akan mencintai dan merindukan engkau Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.


Pantas dan mungkinkah, karena aku terlalu hina.


Mengapa aku hidup ?


Mengapa aku bernafas ?


Ya Alloh cabutlah semua itu mengapa hidup ini tiada arti Yaa Alloh?


Ya Robbi kujulurkan lidahku kutengadahkan tanganku


dan aku mengharap walau hanya setetes kasih sayangMu Ya Alloh,


agar hidup ini punya arti dan harapan.


Kubersimpuh dengan tiada daya, Kusebut asmaMu Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.


Ya Rosulalloh mungkin kita tak akan bertemu,


terlalu mulya Paduka sedangkan diri ini terlalu rendah dan hina.


Tapi kumohon dengarkanlah rintihan ummatMu ini,


biar aku dineraka selama-lamanya,


biarlah aku tak pernah berjumpa apa lagi bersama dan berkumpul dengan Paduka.


tapi berkenanlah wahai paduka walau hanya sekejap dan sesaat,tengoklah kami,


kami dineraka yang paling bawah, agar aku bisa melihat Engkau biar terobati rindu ini


Yaa Sayyidi...Yaa Rosulloh


Mungkinkah...apa mungkin?


Terlalu hina diri ini dihadapanMu.


Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.


Semuanya ada digenggamanMu.


Aku bermohon limpahkan kasih sayangMu kepada semua makhluk,


ummat ini,keluarga dan ahliku,teman teman seperjuanganku.


Walau aku sebagai jaminannya.


Ya Rohman...Ya Rohim perkenankanlah doa kami.




(Al Fakir Yang Hina)


Prof. H. Muhammad Heru Sudjiharnanto



Renungan Dasyat Untuk Menggapai Kesucian Diakhir Bulan Yang Penuh Ampunan

Posted by Alam Hikmah On Sunday, 5 September 2010

kekasih rasulullah.jpgMadinah muram. Di setiap sudut rumah wajah-wajah tertunduk terpekur menatap tanah. Tak ada senyuman yang mengembang, atau senandung cinta yang dilantunkan para ibunda untuk membuai buah hatinya. Sebutir hari terus bergulir, namun semua tetap sama, kelabu.


Ujung waktu selalu saja hening, padahal biasanya kegembiraan mewarnai keseharian mereka. Padahal semangat selalu saja menjelma.


Namun kali ini, semuanya luruh. Tatapan-tatapan kosong, desah nafas berat yang terhembus bahkan titik-titik bening air mata keluar begitu mudah. Sahara menetaskan kesenyapan, lembah-lembah mengalunkan untaian keheningan. Kabar sakitnya manusia yang dicinta, itulah muasalnya.


Setelah peristiwa Haji Wada' kesehatan nabi Muhammad Saw memang menurun. Islam telah sempurna, tak akan ada lagi wahyu yang turun. Semula, kaum muslimin bergembira dengan hal ini. Hingga Abu Bakar mendesirkan angin kematian Rasulullah. Sahabat terdekat ini menyatakan bahwa kepergian kekasih Allah akan segera tiba dan saat itu adalah saat-saat perpisahan dengan purnama Madinah telah menjelang. Selanjutnya bayang-bayang akan kepergian sosok yang selalu dirindu sepanjang masa terus saja membayang, menjelma tirai penghalang dari banyak kegembiraan.


Dan masa pun berselang, masjid penuh sesak, kaum Muhajirin beserta Anshar. Semua berkumpul setelah Bilal memanggil mereka dengan suara adzan. Ada sosok cinta di sana, kekasih yang baru saja sembuh, yang membuat semua sahabat tak melewatkan kesempatan ini. Setelah mengimami shalat, nabi berdiri dengan anggun di atas mimbar. Suaranya basah, menyenandungkan puji dan kesyukuran kepada Allah yang Maha Pengasih. Senyap segera saja datang, mulut para sahabat tertutup rapat, semua menajamkan pendengaran menuntaskan kerinduan pada suara sang Nabi yang baru berada lagi. Semua menyiapkan hati, untuk disentuh serangkai hikmah. Selanjutnya Nabi bertanya.


"Duhai sahabat, kalian tahu umurku tak akan lagi panjang, Siapakah diantara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan kau tunggu hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik".


Semua yang hadir terdiam, semua mata menatap lekat Nabi yang terlihat lemah. Tak akan pernah ada dalam benak mereka perilaku Nabi yang terlihat janggal. Apapun yang dilakukan Nabi, selalu saja indah. Segala hal yang diperintahkannya, selalu membuihkan bening sari pati cinta. Tak akan rela sampai kapanpun, ada yang menyentuhnya meski hanya secuil jari kaki. Apapun akan digadaikan untuk membela Al-Musthafa.


Melihat semua yang terdiam, nabi mengulangi lagi ucapannya yang kedua kalinya, dan kali ini suaranya terdengar lebih keras. Masih saja terlihat para sahabat duduk tenang. Hingga ucapan yang ketiga kali, seorang laki-laki berdiri menuju Nabi. Dialah 'Ukasyah Ibnu Muhsin.


"Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, duhai kekasih Allah, Saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul lambung samping ku" ucap 'Ukasyah.


Mendengar ini Nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah putri kesayangannya, Fatimah. Tampak keengganan menggelayuti Bilal, langkahnya terayun begitu berat, ingin sekali ia menolak perintah tersebut. Ia tidak ingin, cambuk yang dibawanya melecut tubuh kekasih yang baru saja sembuh. Namun ia juga tidak mau mengecewakan Rasulullah. Segera setelah sampai, cambuk diserahkannya kepada Rasul mulia. Dengan cepat cambuk berpindah ke tangan 'Ukasyah. Masjid seketika mendengung seperti sarang lebah.


Sekonyong-konyong melompatlah dua sosok dari barisan terdepan, melesat maju. Yang pertama berwajah sendu, janggutnya basah oleh air mata yang menderas sejak dari tadi, dia lah Abu Bakar. Dan yang kedua, sosok pemberani, yang ditakuti para musuhnya di medan pertempuran, Nabi menyapanya sebagai Umar Ibn Khattab. Gemetar mereka berkata:


"Hai 'Ukasyah, pukullah kami berdua, sesuka yang kau dera. Pilihlah bagian manapun yang paling kau ingin, kisaslah kami, jangan sekali-kali engkau pukul Rasul"


"Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan kalian", Nabi memberi perintah secara tegas. Ke dua sahabat itu lemah sangsai, langkahnya surut menuju tempat semula. Mereka pandangi sosok 'Ukasyah dengan pandangan memohon. 'Ukasyah tidak bergeming.


Melihat Umar dan Abu Bakar duduk kembali, Ali bin Abi thalib tak tinggal diam. Berdirilah ia di depan 'Ukasyah dengan berani.


"Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan kisas Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku"


"Allah Swt sesungguhnya tahu kedudukan dan niat mu duhai Ali, duduklah kembali" Tukas kekasih yang baru saja sembuh itu.


"Hai 'Ukasyah, engkau tahu, aku ini kakak-beradik, kami adalah cucu Rasulullah, kami darah dagingnya, bukankah ketika engkau mencambuk kami, itu artinya mengkisas Rasul juga", kini yang tampil di depan Ukasyah adalah Hasan dan Husain. Tetapi sama seperti sebelumnya Rasul menegur mereka. "Duhai penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku. Duduklah".


Masjid kembali ditelan senyap. Banyak jantung yang berdegup kian cepat. Tak terhitung yang menahan nafas. 'Ukasyah tetap tegap menghadap Nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi 'Ukasyah mengambil kisas. "Wahai 'Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah Ragaku," Nabi selangkah maju mendekatinya.


"Ya Rasulullah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang menghalangi lecutan cambuk itu". Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan pakaian gamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis pedih.


Melihat tegap badan manusia yang di maksum itu, 'Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi punggung Nabi begitu mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan saat itu. 'Ukasyah menangis gembira, 'Ukasyah bertasbih memuji Allah, 'Ukasyah berteriak haru, gemetar bibirnya berucap sendu, "Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka".


Dengan tersenyum, Nabi berkata: "Ketahuilah duhai manusia, barang siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini". 'Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah. Sedangkan yang lain berebut mencium 'Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali. "Duhai, 'Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, karena kelak engkau menjadi salah satu yang menemani Rasul di surga". Itulah yang kemudian dihembuskan semilir angin ke seluruh penjuru Madinah.


Maka alangkah indahnya saat manusia yang dicinta itu mau dikisas oleh sahabat 'Ukasyah Ibnu Muhsin, kita lah yang diperkenankan untuk menggantikan hujaman dera cambukan yang memilukan itu, yang membuat masjid kala itu mendengung seperti sarang lebah. Serta buliran air mata para sahabat yang tak terbendungkan lagi. sambil berucap "Tidak Ya Rasul Allah,aku saja sebagai ganti kisas yang akan dihujamkan oleh sahabat 'Ukasyah, pukullah aku, Andakain tubuhku hancur berkeping-keping asal engkau tiada luka sama sekali, siapa tega melihat goresan luka ditubuhmu oleh kisas yang akan dilakukan oleh sahabat terkasihmu 'Ukaysah. Maka relakan tubuh hamba hancur hanya untukmu Duhai Pemimpin Kami Duhai Utusan Allah"


Beranikah kita seperti itu ?


Adakah seseorang di akhir zaman mempertaruhkan nyawanya untuk Kekasih Allah tercinta itu, walaupun nyawa sebagai taruhan. Mustahil dan bagaimana mungkin kita akan membela Rasul yang Agung, Sedangkan cinta kita kepada Beliau untuk sementara adalah "PALSU".


Jangankan rela berkorban untuk di kisas, duduk untuk bermujahadah pun sulit, apalagi menangisi dosa untuk umat, yang ada justru merasa lebih baik dari yang lain. Ditambah lagi ucapan kita sebagai peluncur sumber fitnah. Dengan alasan merasa benar sampai menyakiti serta menjatuhkan antara satu kawan dengan yang lain. bagaimana kita mengaku sebagai kekasihnya Rasulullah ? pantaskah diri ini disebut sebagai umatnya ? apalagi disebut sebagai kekasih Rasul ?


Sesuci inikah diri ini ? sampai kapan kita akan terus seperti ini. maka janganlah berpura-pura, berkedok sebagai "Pejuang Wahidiyah",tapi didalam busuk dipenuhi belatung-belatung kemunafekan, dan jangan pula menipu diri sebagai pejuang "Agama Allah" , kalau kita benar-benar kasih dengan jasad dan roh kita, janganlah sekali-kali menipu diri, roh akan menangis bila kita bohong.



Renungan Dasyat Untuk Menggapai Kesucian Diakhir Bulan Yang Penuh Ampunan



Download :


Makna Kesucian Diakhir Bulan Penuh Ampunan <- Klik Sini




Download Sholawat Wahidiyah : Bilangan Lembaran dan 7 -17


Teks Sholawat Wahidiyah


Ayo gabung dalam forum ini : Hikmah Sepanjang Masa


"Kalau kalian kasih dengan keluarga, teman, umat masyarakat, tolong sebarkan ilmu ini." Hikmah Sepanjang Masa


Kekuatan Ikhlas yang Maha Dasyat - Edisi Spesial Ramadhan

Posted by Alam Hikmah On Friday, 3 September 2010

ikhlas.jpgKekuatan Ikhlas yang Maha Dasyat (Edisi Spesial Ramadhan) - Jangan gampang-gampang membuat fitnah, jangan gampang-gampang berfikir negatif, pelajari dulu permasalahannya dari berbagai sudut, sebab apabila fitnah itu sudah merajalela meskipun orang yang di fitnah sudah memberi maaf kepada orang yang membuat fitnah. Fitnah itu tidak akan hilang begitu saja makanya jangan sekali-kali bermain dengan fitnah karena "Fitnah Itu Lebih Kejam Daripada Pembunuhan".


Seseorang yang benar-benar ikhlas dihatinya tidak akan pernah ada kemarahan sedikitpun walaupun difitnah, dihujat, bahkan caci makian menimpa dihadapan dirinya, sebab orang ikhlas itu selalu mengoreksi diri. karena ‎ "Tidak ada tempat untuk marah ketika kita dihina oleh orang lain,karena Alloh masih banyak menyimpan dan menyembunyikan kebusukan hati kita dihadapan orang lain" Lalu bagaimana untuk mencapai posisi tersebut ? sulitkah untuk menggapainya ? lalu metode apakah bisa digunakan untuk mencapai kedudukan IKHLASUL ARIFIN ? temukan jawaban didalam episode dari pengajian edisi "Khusus Bulan Ramadhan " kali ini, semoga menjadi renungan yang sangat dalam dan menjadikan kita benar mengetahui siapa jati diri kita sebenarnya.


Download :


Kekuatan Ikhlas yang Maha Dasyat - Edisi Spesial Ramadhan <- Klik Sini


Download Sholawat Wahidiyah : Bilangan Lembaran dan 7 -17


Teks Sholawat Wahidiyah




Ayo gabung dalam forum ini : Hikmah Sepanjang Masa




"Kalau teman-teman kasih dengan keluarga, teman, umat masyarakat, tolong sebarkan ilmu ini." Hikmah Sepanjang Masa


Hikmah Bulan Ramadhan (Edisi Spesial)

Posted by Alam Hikmah On Saturday, 28 August 2010

ramadhan.jpg Hikmah Bulan Ramadhan - Alhamdulillah kami bisa berjumpa lagi dengan para pejuang-pejuang agama Allah yang tangguh didalam bulan ramadhan yang penuh hikmah dan suci ini,bulan penuh ampunan serta tumapahan magfirohnya Allah. beberapa hari ini mohon maaf kepada penikmat sajian pengajian al-hikam dari kami, karena terbatasnya waktu sehingga kami tidak bisa secara intens meng-update blog alam hikmah ini.


Dalam episode kali ini khusus kami hadirkan beberapa rangkuman pengajian didalam penyajian pendalaman kitab al-hikam khusus dalam edisi nuansa didalam bulan ramadhan yang penuh berkah ini yang di kumpulkan dari tahun 2007-2010.


Mudah-mudahan beberapa dari rangkuman pengajian al-hikam mp3 ini bisa membawa berkah dalam nuansa dibulan yang penuh ampunan ini.


Download :


1. Bekal Hikmah Menyongsong Romadhon


2. Romadhon Merupakan Pintu Taubat <--New 2010



3. Racun yang sangat bahaya - Ghibah


4. Ikhlas didalam Bulan Penuh Ampunan <--New 2010



5. Cahaya Hati - Ramadhan


6. Jangan sekali-kali terpengaruh oleh makhluk - Ramadhan


7. Maghfiroh Yang Hakiki di Bulan Penuh Ampunan



Download Sholawat Wahidiyah : Bilangan Lembaran dan 7 -17


Teks Sholawat Wahidiyah


Ayo gabung dalam forum ini : Hikmah Sepanjang Masa


"Kalau teman-teman kasih dengan keluarga, teman, umat masyarakat, tolong sebarkan ilmu ini." Hikmah Sepanjang Masa


Alhamdullah ada Donatur telah peduli dengan "Rintihan Jiwa" kami sehingga beliau bersedia membantu blog "Alam Hikmah" dari domain gratis menjadi domain berbayar, mudah-mudahan lebih bermanfaat sehingga Blog Alam Hikmah ini bisa menjadi wadah bagi umat masyarakat untuk kembali sadar Fafirru Ilalloh - Kepada Alloh (Kesucian hati) sehingga benar-benar menjadi manusia yang benar-benar berjiwa manusia bukan manusia berjiwa imitasi. untuk alamat blog "Alam Hikmah" yang baru silahkan kunjungi di www.alamhikmah.org
Alam Hikmah